JFW 2013: Raffles Institute – Gadis.co.id (Femina Group)

This entry was posted in Articles and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Screen shot 2013-01-22 at 3.57.21 PM

Walaupun baru pertama kali ikut berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week (JFW), enam desainer lulusan Raffles Institute ini berhasil memukau para fashionista dengan berbagai rancangan spektakuler di hari ketiga JFW 2013, 5 November 2012.

Screen shot 2013-01-22 at 3.59.57 PM

Rumawisari Dewi
Dengan tema aquatic ocean, desainer muda ini memberi sentuhan berbeda pada karyanya dengan menggunakan teknik dip dye serta permainan tekstur. Terinspirasi dari keindahan lautan dan terumbu karang, koleksinya kali ini didominasi dengan nuansa biru, putih dan salem. Perpaduan warna ini memberi efek fresh and calming.

Grace Soenjaya
Lulusan Raffles ini ingin menunjukkan keseimbangan antara sisi baik dan buruk manusia. Karena itulah, ia mengambil tema rage and serenity pada koleksinya. Filosofi ini kemudian diwujudkan dengan berbagai gaun couture dengan detil ekstrim seperti feather, tule dan beads. Dominasi warna merah, hitam dan putih memberi kesan misterius namun tetap elegan. Stunning!

Peggy  Hartanto

Permainan siluet yang unik tampak sangat jelas saat melihat koleksi yang diberi nama Unseen ini. Potongan simple dan perpaduan bentuk futuristik jadi highlight tersendiri. Bahan tule dipilih untuk memberi efek transparan pada bagian-bagian tertentu. Outfit ini tampak semakin sophisticated dengan perpaduan warna putih, kuning, mint  serta hitam.

Screen shot 2013-01-22 at 4.00.01 PM

Jesicca  Tjiptoning
Jessica ingin memberi sentuhan unik dengan mengambil dua sisi budaya Jepang yang berbeda. Ia menggabungkan kesan tradisional dari gaya samurai bersama sentuhan modern. Hal ini diwujudkan dalam perpaduan potongan structural dan bentuk-bentuk yang lebih organic.

Felicia Raina Ardelia
Keindahan tubuh wanita pada zaman 40-an menjadi inspirasi Felicia untuk koleksinya. Berbagai gaun cantik dikemas dalam balutan bahan brokat dan satin. Dominasi warna ungu dan burgundy dipilih untuk menampilkan sisi glam dan seductive. Kesan ultra feminin juga didapat dengan detil fold dan fur.

Sri Lukito 
Façade dipilih untuk menjadi tema pada koleksi ini. Permainan fold, struktur serta bentuk geometris memberi edge tersendiri pada tiap outfit-nya. Perpaduan bahan leather, wool dan silk menghasilkan keseimbangan yang sempurna. Warna gelap seperti ungu tua, hitam dan hijau tua mempertegas kesan androgyny pada keseluruhan tampilan.

Nabila Delaseptina – Foto: Dok. FeminaGroup